Tap This All You Need Here by Affiliated Shopee

BULAN RAMADHAN (BULAN PUASA)? BULAN KEMENANGAN?


Ngomong-ngomong soal prestasi mulia yang telah ditorehkan generasi pendahulu kita, kayaknya kita pantas untuk bercermin dari beliau-beliau deh. Bener. Maka nggak salah emang, bila generasi Islam di masa lalu patut jadi teladan kita. Khususnya semangat dan aktivitas mereka saat bulan Ramadhan ikhwatifillah. Di bulan Ramadhan justru tercatat sederet kemenangan kaum muslimin dalam memporak-porandakan dan mempecundangi musuh-musuhnya di setiap pertempuran. Begitu panjang dan gemilangnya sepak terjang kaum muslimin, sehingga terpatrilah sebuah lembaran emas sejarah yang tak mungkin terhapuskan dan terlupakan. Berikut ini adalah beberapa peristiwa besar di bulan Ramadhan yang juga ikut menghantarkan kaum muslimin menuju kemenangan:
17 Ramadhan 2 H; Perang Badar al-Kubra. 
Boleh dibilang, ini adalah perang “hidup-mati” antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy. Sebab, seandainya saja meski nggak boleh berandai-andai kaum muslimin kalah, kayaknya tamat deh riwayat Islam. Tapi terlepas dari “seandainya”, ternyata atas izin Allah kaum muslimin berhasil meraih kemenangan gemilang.
Kisahnya, Rasulullah saw dan pasukannya berangkat dari Madinah pada tanggal 8 Ramadhan. Menurut Ibnu Hisyam, perang ini merupakan kemenangan perdana yang menentukan posisi kekuatan kaum muslimin dalam menghadapi kekuatan kaum musyrikin.
Tuh kan, coba, bayangin aja. Dalam keadaan berpuasa, ditambah harus menahan panasnya terik matahari, udah gitu berada di di tengah samudera pasir, dan satu lagi…, harus perang. Wah, nggak kebayang deh gimana beratnya. Namun, karena kaum muslimin berjuang dilandasi dengan keimanan kepada Allah Swt, maka rintangan dan hambatan sekuat dan sebesar apapun bukan alasan untuk mundur dan kabur. Justru mereka malah tambah semangat, karena yakin dengan pertolongan Allah. Buktinya, memang benar-benar sukses. Laahaula walaa quwwata illa billahi!

21 Ramadhan 8 H; Futuh Makkah (Penaklukan Makkah).
Rasulullah saw. keluar dari Madinah tanggal 10 Ramadhan bersama 10.000 pasukan kaum muslimin dan dalam keadaan berpuasa. Jumlah ini memang jauh lebih besar ketimbang saat Perang Badar. Rasulullah saw. dan pasukannya berbuka di suatu tempat yang disebut Mukadid (antara daerah Asfan dan Amjad). Setelah penaklukan Makkah secara damai, Rasulullah saw. tinggal di kota itu selama 15 malam dengan melakukan shalat qashar. Penaklukan dan penguasaan ini tidak disertai dengan pembantaian atau bentuk balas dendam lainnya. Padahal, dulu ketika Rasulullah dan kaum muslimin hijrah karena tak tahan dengan siksaan serta perlakukan keji dan kejam lainnya dari pihak kafir Quraisy, rasanya cukup pantas bila itu dilakukan menurut kaca mata hawa nafsu. Namun ternyata Rasulullah dan pasukannya tidak berbuat demikian. Justru inilah penaklukan yang benar-benar penuh damai.

Ramadhan 10 H. 
Rasulullah saw. mengutus sepasukan tentara di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku yang berpengaruh di sana dengan tanpa paksaan langsung menerima dan masuk Islam pada saat itu juga dan mereka shalat berjamaah bersama Ali bin Abi Thalib.

Ramadhan 92 H.
Panglima Thariq bin Ziyad bersama armada tempurnya yang berjumlah 7000 pasukan, menyeberangi selat Giblartar (Jabal Thariq) demi melakukan penaklukan di Andalusia, Spanyol. Bersama Ar-Roya (bendera Islam; ditulisi lafadz syahadat berwarna putih di atas kain hitam) berkibar-kibar menyertai pertempuran itu. Atas pertolongan Allah Swt. pasukan Raja Rhoderick yang berkekuatan 100.000 pasukan tumbang di tangan pasukan kaum muslimin yang hanya berjumlah 7000 pasukan ditambah 5000 pasukan susulan. Allahu Akbar!

Ramadhan 129 H.
Keberhasilan dan kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan di bawah kepemimpinan Abu Muslim al-Khurasany.

Ramadhan 584 H. 
Shalahuddin al-Ayubi memperoleh kemenangan besar-besaran atas pasukan Salib Eropa. Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya diduduki orang-orang Kristen. Kemenangan itu mengakhiri cengkeraman kekuasaan pasukan Salib atas bumi Palestina. Sejak saat itu, Palestina kembali ke pangkuan Islam.
Bagi kaum pemudah penerus bangsa para generasi Rabbani, rasa lapar dan haus bukanlah halangan untuk meninggikan kalimah tauhid dan menghancurkan kekufuran.Melainkan  Ramadhan telah memberikan kemenangan yang besar bagi kaum muslimin generasi terdahulu. Bagaimana dengan kita saat ini? Pasti bisa “ Man Jadda Wa Jadda” Allahu Akbar…
                    

Post a Comment for "BULAN RAMADHAN (BULAN PUASA)? BULAN KEMENANGAN?"